P2KM FIDIKOM Gelar Webinar "Paradigma Baru Integrasi Keilmuan Dakwah dan Komunikasi"

Dalam rangka seminar bulanan, Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) UIN Jakarta menggelar Web Seminar Nasional (Webinar Nasional) dengan topik pembahasan Paradigma Baru Integrasi Keilmuan Dakwah dan Komunikasi yang dilaksanakan melalui aplikasi Video Teleconfrence dan Live Streaming Instagram pada hari Selasa (2/6).

Guru Besar Ilmu Komunikasi dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta Andi Faisal Bakti menjadi narasumber pada webinar ini, dengan moderator Deden Mauli Darajat (Direktur Eksekutif P2KM UIN Jakarta). Selain itu, peserta yang mengikuti acara bukan hanya dari civitas akademika UIN Jakarta saja, melainkan dari berbagai kampus dan berbagai institusi daerah, antara lain Kementrian Agama Lombok, IAIN Madura, hingga Bengkulu.
Webinar ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis. Ia menjelaskan bahwa knowledge integration ini kita mendialogkan ilmu agama dengan ilmu yang lain dengan memberi nuansa, pandangan, nilai, perspektif kedalam ilmu umum dari perspektif agama, sehingga akan menjadi lebih kaya.
FIDIKOM awalnya bernama Fakultas Dakwah, pada tahun 2000 IAIN berubah menjadi UIN dan Fakultas Dakwah mengusung integrasi keilmuan dakwah dan komunikasi, maka berubah nama menjadi FDK, kemudian menjadi FIDIKOM. Perubahan ini merupakan implementasi dari integrasi ilmu dakwah dan ilmu komunikasi memiliki irisan yang sama sebagai ilmu yang secara teoritis dan praksis penyampaian pesan kepada individu lain atau sekelompok orang, pesan dakwah mengandung nilai-nilai ajaran Islam, komunikasi mengandung pesan nilai-nilai sosial dalam satu kondisi keduanya bisa berisi pesan yang sama. Maka ketika integrasi terjadi, bentuknya adalah komunikasi Islam atau dakwah. Dan saat ini perkembangannya mengikuti kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Guru Besar Ilmu Komunikasi FIDIKOM UIN Jakarta Andi Faisal Bakti menjelaskan tentang prinsip-prinsip utama integrasi ilmu dakwah dan ilmu komunikasi. Ia mendialogkan kedua ilmu tersebut dalam bentuk pandangan Al-Qur’an, hadist, ulama dan disandingkan dengan pandangan teoritisi dari ilmu komunikasi. Ada empat teori besar yang biasa dianggap paradigma yang ada dalam ilmu komunikasi yaitu information, change, development, dan civil society.

Ilmu komunikasi merupakan salah satu ilmu yang mendapat pengaruh besar dari perubahan zaman. Semakin majunya teknologi dengan ditandainya era digital saat ini, ilmu komunikasi dapat melahirkan disiplin ilmu yang baru. Sebagai contoh kemajuan teknologi komunikasi, di tengah situasi Covid-19 ini untuk menunjang segala kegiatan bekerja dan belajar dilakukan dari rumah, tak terkecuali kegiatan berdakwah dapat dilaksanakan dengan mudah menggunakan media yang ada.
Maka dari itu sebagai civitas akademika dan pendakwah diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik sebagai media dalam mengembangkan ilmu komunikasi dalam mengkaji kehidupan sosial dan agama. (sn/mar)
Sumber: DNK TV