UIN Jakarta dan Fdikom Teken MoU-PKS dengan IPHI
UIN Jakarta dan Fdikom Teken MoU-PKS dengan IPHI
[caption id="attachment_6615" align="aligncenter" width="1536"] Peserta Webinar Internasional “Profile of Public Speaker and Broadcaster Curriculum 2022” pada Selasa (25/01).
Sumber: DNK TV-Natasya Ardya Garini[/caption] Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mengadakan Webinar Internasional dengan tema “Profile of Public Speaker and Broadcaster Curriculum 2022” pada Selasa (25/01). Acara dilakukan secara daring melalui Zoom Cloud Meetings. Dihadiri oleh Kepala Prodi KPI UIN Jakarta, Armawati Arbi, Kepala Prodi KPI UIN Yogyakarta, Nanang Mizwar Hasyim, Pendakwah Internasional, M. Ali Aziz, Penyiar BBC London dan Radio Australia, Nuim Khaiyath, Dekan Fdikom, Suparto, para dosen prodi KPI, dan partisipan. Acara ini bertujuan guna menyosialisasikan kurikulum terbaru prodi KPI UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta. Dalam menyampaikan pengalamannya sebagai seorang penyiar, Nuim Khaiyath mengatakan ada dua hal penting yang perlu diterapkan sebagai penyiar radio, yaitu perlunya keakraban dan pengetahuan. “Dalam menjadi seorang penyiar, pertama, kalian perlu memiliki kesadaran bahwa kalian harus menjadi sangat intimasi/akrab, ramah, sehingga kalian menggunakan suara yang ramah, bukan sebagai seorang penyiar yang formal tetapi sebagai teman agar pendengar merasa bahwa penyiar hanya berbicara dengan mereka, bukan dengan orang lain”, ucapnya. “Kedua, kalian perlu memiliki latar belakang pengetahuan, jadi bagaimana kalian memperoleh latar belakang pengetahuan ini, hal yang terpenting adalah kalian harus membaca buku. Cobalah untuk memiliki pengetahuan sebanyak mungkin”, imbuhnya. Pendakwah Internasional, Ali Aziz mengungkapkan bahwa hal terpenting menjadi seorang pendakwah adalah kemampuan membaca Al-Quran. “Kepercayaan masyarakat kepada pendakwah adalah satu, yaitu bacaan Al-Quran itu tidak boleh salah. Oleh karena itu, teman-teman mahasiswa KPI setiap hari harus belajar Al-Quran dengan nada, sebab itu merupakan bagian dari dai agar mendapat kepercayaan dari masyarakat”, ungkapnya. [caption id="attachment_6616" align="aligncenter" width="1536"] Pendakwah Internasional, M. Ali Aziz yang menjadi salah satu narasumber.
Sumber: DNK TV-Natasya Ardya Garini[/caption] Selain itu, dalam rangka perumusan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Kepala Prodi KPI UIN Yogyakarta, Nanang Mizwar Hakim menjelaskan, ada tiga acuan yang mempu membentuk kompetensi penyiar. “Dalam penyusunan KKNI ada beberapa hal yang menjadi acuan, salah satunya adalah keahlian, sikap, dan pengetahuan. Inilah faktor yang menjadi terbentuknya kompetensi penyiar,” jelasnya. Pada kesempatan ini, Kepala Prodi KPI UIN Jakarta, Armawati Arbi menjelaskan ada tiga kajian dalam kurikulum terbaru KPI UIN Jakarta. “Kami sepakat bahwa kajian dari prodi KPI UIN Jakarta yaitu studi Public Speaking, Penyiaran, dan Media. Adapun profil public speaking itu yaitu menjadi pengkaji dakwah di media, pencipta konten dakwah, pengkaji media sosial, dan pengkaji hubungan masyarakat. Adapun profil broadcasting (penyiaran), praktisinya adalah pengkaji penyiaran islam radio dan televisi, serta film dokumenter.” “Adapun kajian studi media, kami rinci menjadi asisten peneliti, praktisi advokasi media, praktisi media dan gender,” tambah Armawati. Ia juga mengatakan bahwa dalam kurikulum baru akan ada mata kuliah Media dan Gender yang sebelumnya tidak ada. “Jadi, kami mencoba di kurikulum baru itu ada mata kuliah Media dan Gender,” ucapnya.   Reporter Cut Soraya Dewi Artikel ini sudah dipublikasikan di web https://dnktv.uinjkt.ac.id/