Upaya Peningkatan Kinerja Pegawai Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

(Fdikom, 22 Oktober 2020) Masa pandemi Covid-19 yang tak diketahui kapan berakhir berimbas pada penyesuaian jadwal kerja dan jumlah staf di sebuah unit kerja. Penyesuaian pola kerja tersebut merupakan upaya untuk menjaga pelayanan selalu dilaksanakan. Oleh karena itu, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh pimpinan Fakultas dan staff Fakultas. Hal ini dipandang penting karena UIN Syarif Hidayatullah sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi diharapkan tetap menjaga mutu layanan baik akademik maupun non akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Suparto, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi mengingatkan pentingnya menjaga ritme dan mutu kerja meskipun dalam kondisi yang tidak nyaman, seperti saat ini. Sinergi, koordinasi, dan kolaborasi menjadi rangkaian kata kunci untuk mencapai layanan prima yang diharapkan. Saat ini, menurutnya, Fakultas dituntut untuk memberikan layanan yang terbaik bagi stakeholder utama Fakultas, yakni mahasiswa dan dosen serta masyarakat pengguna. Citra Lembaga sejatinya dibangun berdasarkan kesan orang tentang bagaimana layanan dirasakan. Kepuasan layanan dalam berbagai sudut menjadi penting untuk dicermati.
Kepala Biro AUK (Administrasi Umum dan Kepegawaian), Kastolan menyampaikan terimakasihnya atas undangan dalam program pertemuan ini. Perkenalan dimulai dengan kisah beliau yang hobi memancing dan latar belakang Pendidikan Beliau. Keinginan terbesar Beliau adalah ingin menjadi dosen; bahkan bila selesai tugas menjadi Kabiro, Beliau berkeingin menjadi dosen. Merespon kondisi pandemi Covid-19, Beliau menekankan bahwa mengubah budaya kerja adalah keniscayaan. Tingkat stress yang tinggi tidak akan menyumbangkan kinerja yang baik. Sehingga, suasana kerja harus membuka ruang kreativitas. Individu dalam sebuah Lembaga harus diberikan ruang kreativitas yang mengarah kepada “kebahagiaan” kerja. Seorang pimpinan harus mengayomi dan mengarahkan individu-individu dengan cara yang humanis.
Kinerja tenaga pendidik dan seluruh staf dalam sebuah unit harus didukung pada kondisi lingkungan fisik yang memadai. Oleh karena itu, pengadaan dan perbaikan serta pemeliharaan lingkungan fisik harus diperhatikan dengan baik. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi memiliki potensi untuk berkembang menjadi Fakultas yang unggul, sehingga aspek kinerja harus diperhatikan secara serius. Kehadiran di kampus tidak hanya pada sisi presensi saja, tapi apa yang dilaksanakan sebagai tugas individu dalam Fakultas. Jangan sampai pramu bhakti yang melaksanakan tugas menyapu di jam 7.00 hingga jam 9.00 kemudian tidak melaksanakan tugas apapun hingga berakhir jam kerja. Seolah dia hanya menunggu daun jatuh. Seorang pekerja harus sensitif terhadap bidang pekerjaannya, sehingga hasil kerja akan memuaskan. (sup/mar)
