KPI UIN Jakarta dan FAI UMP Kolaborasi Tanamkan Spiritualitas untuk Bangun Kepercayaan Diri Mahasiswa
KPI UIN Jakarta dan FAI UMP Kolaborasi Tanamkan Spiritualitas untuk Bangun Kepercayaan Diri Mahasiswa

Palembang, 27 Oktober 2026 — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi dengan Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Menanamkan Spiritualitas dalam Mengembangkan Kepercayaan Diri Mahasiswa” di Gedung FAI UMP, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FAI UMP, Dr. Purmansyah Ariadi, S.Ag., M.Hum., Wakil Dekan I, Dr. Rulitawati, S.Ag., M.Pd.I., serta dosen dan mahasiswa. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat spiritualitas sebagai landasan pengembangan potensi diri, kepercayaan diri, dan kapasitas sosial mahasiswa.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FAI UMP, Rijalush Shalihin, S.E.I., M.H.I., menegaskan bahwa PkM merupakan sarana strategis untuk mempererat silaturahmi akademik sekaligus meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam bidang akademik maupun nonakademik. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara orientasi kehidupan dunia dan akhirat melalui pengembangan diri serta kontribusi sosial yang bermakna. Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan sosial sesuai dengan kapasitas dan potensi masing-masing agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus berorientasi pada keberkahan kehidupan.

Dosen KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Drs. Wahidin Saputera, M.Ag., mengajak mahasiswa menginternalisasi prinsip khairunnas anfa'uhum linnas, yakni menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi sesama. Ia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi sosial, memperluas silaturahmi, dan menebarkan kebaikan. “Jika segala hal yang kita lakukan diniatkan sebagai ibadah kepada Allah, pasti akan bermanfaat,” ungkapnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa spiritualitas dapat menjadi landasan etis dalam menjalankan aktivitas akademik maupun sosial secara ikhlas dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Wahidin menjelaskan tiga prinsip penting dalam pengembangan diri mahasiswa, yaitu berpedoman pada Al-Qur'an dan sunah, menguasai ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat, serta menjaga hubungan baik dengan Allah Swt. dan sesama manusia. Prinsip-prinsip tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan ibadah, akidah, dan akhlak, disertai ikhtiar serta doa dalam mencapai tujuan hidup. Dengan demikian, spiritualitas tidak hanya menjadi orientasi personal, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Sementara itu, dosen KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Edi Amin, M.A., menyoroti keterkaitan antara spiritualitas, pengembangan diri, dan pembentukan kepercayaan diri mahasiswa. Menurutnya, kepercayaan diri dibangun melalui kesungguhan dalam berikhtiar, keberanian menjalani proses, dan kemampuan menghargai potensi diri tanpa bergantung sepenuhnya pada orang lain. Ia menegaskan, “Tuhan menciptakan manusia sejatinya untuk berikhtiar dan berproses, lalu kemudian bertawakal dengan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.” Pernyataan tersebut menekankan bahwa kepercayaan diri perlu dibangun melalui perpaduan antara usaha nyata, keyakinan terhadap kemampuan diri, dan sikap tawakal.

Edi Amin juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan akademik secara seimbang dengan penguatan spiritualitas dan keterampilan sosial. Penguasaan hard skills dan soft skills yang berlandaskan nilai-nilai keislaman menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang adaptif dan berkarakter. Selain itu, penguatan ukhuwah islamiyah perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kasih sayang, dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah keberagaman masyarakat. Dengan demikian, spiritualitas tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dalam perilaku sosial yang menjunjung tinggi solidaritas dan penghormatan terhadap sesama.

Lebih jauh, Edi Amin menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kampus diharapkan mampu memperluas wawasan, mengurangi stigma negatif, dan menumbuhkan empati terhadap berbagai persoalan sosial. Peran tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab membentuk mahasiswa yang peka terhadap persoalan kemanusiaan serta mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Penguatan spiritualitas dan kompetensi sosial menjadi elemen penting untuk mendukung peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Melalui kegiatan PkM kolaboratif ini, KPI FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan FAI UMP menegaskan pentingnya integrasi spiritualitas, pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial dalam pengembangan kepercayaan diri mahasiswa. Sinergi ant perguruan tinggi ini sekaligus menjadi upaya memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, unggul secara akademik, kuat secara spiritual, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.