Fidikom Gelar Peringatan Maulid Nabi SAW
[caption id="attachment_1655" align="aligncenter" width="4160"]
Peringatan Maulid Nabi SAW[/caption]
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ramai diperingati oleh umat Muslim yang jatuh pada 12 Rabiul Awal tiap tahunnya. Kecerdasan dan perangainya yang sempurna, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan bagi seluruh umat muslim, terlebih untuk sivitas akademika Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Jakarta yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Jumat (29/11) kemarin, di Meeting Room lantai dua Fidikom.
Penceramah Zakaria menuturkan, Nabi Muhammad SAW punya keagungan jasmani yang luar biasa. Nabi tidak pernah menguap semasa hidupnya, karena terjaga dari godaan setan. Beliau juga tidak pernah dihinggapi lalat, karena tubuh Rasulullah harum semerbak, bahkan keringatnya pun bisa dijadikan parfum oleh sahabat.
“Dalam suatu cerita Huzaifah Al-Yamani, ketika ia kebingungan dengan shalat Nabi yang membaca surah Al-Baqarah, Al-Imran, dan An-Nisaa secara berurutan dalam satu rakaat, ia bertanya kepada Nabi alasan membaca ketiga surah itu dalam satu rakaat, ternyata nabi menjawab hal ini dilakukan tak lain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah,” tuturnya.
Da’i yang juga dosen Fidikom tersebut mengatakan, keagungan ibadah Rasulullah yang lainnya, ketika ia membaca istighfar minimal seratus kali dalam sehari, meski dirinya sudah dijamin masuk surga oleh Allah SWT. Ketika Rasul menerima 70 dinar emas, langsung ia berikan untuk orang yang jauh lebih membutuhkan dibanding dirinya.
“Strategi yang diterapkan dalam perjanjian Hudaibiyyah, semakin menunjukkan betapa cerdasnya Nabi ketika itu,” tuturnya.
Dosen Fidikom Ade Masturi menuturkan, pengajian untuk ASN Fidikom dan dihadiri oleh dosen dan karyawan serta mahasiswa. Pengajian dilaksanakan pada Jumat tiap pekan.
Sebelum Pengajian, terlebih dahulu dilaksanakan penandatanganan MoU dengan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Lhokseumawe. Acara dilanjutkan dengan hiburan Nasyid oleh Syauqun Nasyid perwakilan dari mahasiswa Manajemen Dakwah yang membawakan beberapa nasyid.
“Peringatan maulid nabi penting untuk dipahami karena, intinya mencintai Rasul sebagai uswah kita, dalam berbagai aspek karena beliau manusia sempurna. Kita harus mengambil pelajaran dari diri Beliau dan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (arm/mar)
Sumber: RDK fm 107,9 mhz
Peringatan Maulid Nabi SAW[/caption]
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ramai diperingati oleh umat Muslim yang jatuh pada 12 Rabiul Awal tiap tahunnya. Kecerdasan dan perangainya yang sempurna, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan bagi seluruh umat muslim, terlebih untuk sivitas akademika Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Jakarta yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Jumat (29/11) kemarin, di Meeting Room lantai dua Fidikom.
Penceramah Zakaria menuturkan, Nabi Muhammad SAW punya keagungan jasmani yang luar biasa. Nabi tidak pernah menguap semasa hidupnya, karena terjaga dari godaan setan. Beliau juga tidak pernah dihinggapi lalat, karena tubuh Rasulullah harum semerbak, bahkan keringatnya pun bisa dijadikan parfum oleh sahabat.
“Dalam suatu cerita Huzaifah Al-Yamani, ketika ia kebingungan dengan shalat Nabi yang membaca surah Al-Baqarah, Al-Imran, dan An-Nisaa secara berurutan dalam satu rakaat, ia bertanya kepada Nabi alasan membaca ketiga surah itu dalam satu rakaat, ternyata nabi menjawab hal ini dilakukan tak lain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah,” tuturnya.
Da’i yang juga dosen Fidikom tersebut mengatakan, keagungan ibadah Rasulullah yang lainnya, ketika ia membaca istighfar minimal seratus kali dalam sehari, meski dirinya sudah dijamin masuk surga oleh Allah SWT. Ketika Rasul menerima 70 dinar emas, langsung ia berikan untuk orang yang jauh lebih membutuhkan dibanding dirinya.
“Strategi yang diterapkan dalam perjanjian Hudaibiyyah, semakin menunjukkan betapa cerdasnya Nabi ketika itu,” tuturnya.
Dosen Fidikom Ade Masturi menuturkan, pengajian untuk ASN Fidikom dan dihadiri oleh dosen dan karyawan serta mahasiswa. Pengajian dilaksanakan pada Jumat tiap pekan.
Sebelum Pengajian, terlebih dahulu dilaksanakan penandatanganan MoU dengan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Lhokseumawe. Acara dilanjutkan dengan hiburan Nasyid oleh Syauqun Nasyid perwakilan dari mahasiswa Manajemen Dakwah yang membawakan beberapa nasyid.
“Peringatan maulid nabi penting untuk dipahami karena, intinya mencintai Rasul sebagai uswah kita, dalam berbagai aspek karena beliau manusia sempurna. Kita harus mengambil pelajaran dari diri Beliau dan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (arm/mar)
Sumber: RDK fm 107,9 mhz