Dekan FIDIKOM Isi Pengajian ASN FIDIKOM
Dekan FIDIKOM Isi Pengajian ASN FIDIKOM

Meeting Room FIDIKOM- Pada Jum’at (10/01) Dekan FIDIKOM, Suparto mengisi pengajian ASN FIDIKOM. Menurut Suparto, setiap Mu’min rindu untuk dekat dengan Tuhannya. Untuk itu seorang Mu’min harus mengetahui metode dekat dengan Tuhan. Suparto selaku Dekan FIDIKOM dan narasumber pada pengajian ASN FIDIKOM beliau menyampaikan tujuh tanjakan dalam upaya seorang hamba mendekati Tuhannya, yaitu: Al-‘Ilm, At-Taubah, Al-‘Awaiq, Al-’Awarid, Al-Bawa’its, Al-Qodaih dan Alhamdu wa asy-Syukru. Demikian itu beliau mengutip kitab Minhajul ‘Abidin.

Disebutkan dalam Minhajul ‘Abidin, Ilmu merupakan sandaran pertama untuk bisa dekat kepada Allah Swt. Karena dengan ilmu seorang hamba dapat mengetahui cara yang benar untuk dekat kepada Allah Swt. dan tidak akan tertipu oleh setan dan hawa nafsu. Diterangkan juga bahwa ada empat penghalang seorang hamba dekat dengan Tuhannya, pertama dunia, kedua makhluk, ketiga setan dan keempat hawa nafsu.

Menurut Sayyidina Ali Kw., seandainya tidak ada lima watak ini yang tertanam didalam diri manusia, maka manusia menjadi baik semua. Pertama, puas dengan kebodohan. Kedua, rakus dengan dunia. Ketiga, pelit untuk berbagi. Keempat, riya terhadap amal. Kelima, ujub terhadap pendapat, demikian penceramah menjelaskan. Peserta menyimak dengan serius penjelasan penceramah. Pada sesi tanya-jawab, Pak Soleh, salah seorang peserta pengajian, mengajukan pertanyaan tentang cara kita membayangkan Tuhan saat salat? Karena menurutnya, kita salat menghadap Tuhan, nah bagaimana cara membayangkan kita sedang menghadap Tuhan.

Dalam beribadah kita diajarkan untuk bersikap ihsan yaitu, kita beribadah seolah-olah kita melihat Tuhan namun bila tidak mampu maka yakinlah bahwa Tuhan melihat dan memperhatikan kita. Demikian jawaban yang disampaikan oleh penceramah, pengajian diakhiri dengan do’a bersama. (am/mar)