Dari Kampus ke Masyarakat, Dosen KPI FDIKOM UIN Jakarta Bangun Kolaborasi Dakwah dan Pemberdayaan di Palembang
Ciputat, 25 Oktober 2026 — Sebagai wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, 10 dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, akan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Palembang, Sumatera Selatan, pada 26–28 Oktober 2026. Kegiatan yang dipimpin Ketua Program Studi KPI, Dr. Yopi Kusmiati, M.Si., PKM kolaboratif ini melibatkan UIN Raden Fatah, Universitas Muhammadiyah Palembang dan PW Muslimat NU Sumsel, difokuskan membangun keperayaan diri dan pemahaman agama komunitas mantan narapidana dan mantan pengguna narkoba.
Mengusung semangat kolaborasi dakwah dan pemberdayaan, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara dunia akademik dan masyarakat untuk mengembangkan pendekatan dakwah yang humanis, inklusif, dan transformatif. Dakwah tidak hanya dipahami sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga sebagai proses pendampingan yang mendorong tumbuhnya kesadaran diri, penguatan spiritualitas, serta kemampuan individu untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Bagi komunitas mantan narapidana dan mantan pengguna narkoba, proses kembali menjalani kehidupan sosial kerap dihadapkan pada tantangan stigma, keterbatasan kesempatan, dan persoalan kepercayaan sosial. Karena itu, pendekatan dakwah yang mengedepankan empati, penghargaan terhadap martabat manusia, dan penguatan potensi diri menjadi penting untuk mendukung proses perubahan dan reintegrasi sosial.
Dalam kegiatan ini, pembinaan diarahkan pada lima tema utama, yaitu potensi diri dan optimisme dalam Islam; penguatan spiritual dan keberanian bersosialisasi; taubat dan komitmen perbaikan diri; akhlak dan pengendalian diri; serta menata masa depan dan kepercayaan sosial. Kelima tema tersebut dirancang untuk memperkuat dimensi spiritual, personal, dan sosial sebagai bekal bagi peserta dalam membangun masa depan yang lebih positif.
Dari perspektif komunikasi dan penyiaran Islam, kegiatan ini menegaskan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya terletak pada pesan yang disampaikan, tetapi juga pada kemampuannya membangun dialog, menumbuhkan harapan, dan mendorong perubahan perilaku. Komunikasi yang empatik dan kontekstual menjadi bagian penting dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang relevan dengan persoalan nyata masyarakat.
Kolaborasi dengan UIN Raden Fatah, Universitas Muhammadiyah Palembang dan PW Muslimat NU Sumsel sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memiliki tanggung jawab sosial. Pengabdian masyarakat menjadi kesempatan untuk mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan lapangan, sekaligus memperluas kontribusi keilmuan komunikasi dakwah dalam menjawab persoalan sosial.
Melalui kegiatan ini, dosen KPI FDIKOM UIN Jakarta berupaya menegaskan bahwa dakwah yang memberdayakan harus mampu menghadirkan harapan dan membuka ruang perubahan bagi setiap individu. Masa lalu dapat menjadi pelajaran, tetapi tidak seharusnya menutup kesempatan seseorang untuk memperbaiki diri dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dari kampus, pengetahuan bergerak menuju masyarakat. Melalui dakwah, harapan dirawat; melalui pemberdayaan, jalan menuju masa depan yang lebih baik dibuka. (Zak)
